Grey Moustache

Selasa, 03 Oktober 2017

EKONOMI KOPERASI





aa
 
TUMBUH DAN SEJAHTERA BERSAMA DENGAN KOPERASI


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh……

          Sebelumnya kita mungkin sudah tau apa itu koperasi. Namun apakah kalian tahu apa pengertian koperasi secara umum ataupun konsep koperasi serta aliran koperasi itu tersendiri?. Untuk itu dipembahasan kali ini kita akan membahas apa itu Koperasi? Apa saja konsep koperasi itu sendiri dan menerapkan aliran apa koperasi tersebut? serta semua yang berhubungan dengan koperasi.

           Pembahaan ini kita akan membahas analisis dari koperasi yang bergerak dalam simpan pinjam dan usaha mikro kecil menengah yaitu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Maju Wijaya, disingkat Koperasi Maju yang beralamatkan kantor pusatnya di Prasadha JinarakkhitaJl. Kembangan Raya blok JJ,Puri Kembangan – Jakarta Barat 11610. Untuk itu mari kita lihat dan simak dengan baik, berikut pembahasannya…..



BAB I


A. PENGERTIAN KOPERASI SECARA UMUM

          Secara umum pengertian koperasi menurut Undang – Undang Dasar Koperasi Nomor 25 Tahun 1992 “Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang yang melandaskan kegiatannya berdasarkan atas azas kekeluargaan”. Sehingga setiap anggota koperasi saling menjalankan tugasnya untuk mewujudkan visi dan misi koperasi dengan menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawabnya.

           Dan pengertian koperasi menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2012 tentang koperasi “Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum Koperasi, untuk dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip Koperasi.”

           Dari kedua pengertian koperasi tersebut menurut analisa saya Koperasi Maju menggunakan landasan pada Undang-Undang No 17 tahun 2012. Hal tersebut dikarenakan Koperasi Maju menyatakan bahwa Koperasi Maju menjadi salah satu koperasi pertama di Indonesia yang menyesuaikan Anggaran Dasarnya dengan Undang-Undang Perkoperasian tersebut.

Kateristik atau Ciri – Ciri utama koperasi adalah sebagai berikut :

    1. Koperasi dibentuk oleh orang seorang yang memiliki satu kepentingan atau satu tujuan ekonomi yang sama.
    2. Koperasi didirikan dan dikembangkan dengan azas kekeluargaan, yang mengikat pada nilai percaya diri, saling membantu/kesetiakawanan, keadilan, persamaan, dan demokrasi.
    3. Koperasi didirikan, dimodali, dibiayai, diatur, dan diawasi serta dimanfaatkan sendiri oleh anggotanya.
    4. Fungsi dari badan koperasi adalah menunjang kepentingan ekonomi anggotanya dalam rangka memajukan kesejahteraan anggotanya.
    5. Jika terdapat kelebihan dari hasil usaha maka kelebihan itu digunakan untuk dana cadangan dan pemenuhan kebutuhan dari masyarakat umum yang bukan termasuk dari pada anggota koperasi.
 
           Dari ciri-ciri dan karakteristik tersebut dapat saya simpulkan bahwa Koperasi Maju juga berciri dan berkarakteristikan seperti ciri-ciri dan karakteristik tersebut. Hal tersebut dapat kita ketahui dari cita-cita dan tekad yang luhur Koperasi Maju untuk berkontribusi dalam hal meningkatkan mutu keadilan sosial, hingga visi dan misi yang sama untuk satu tujuan, serta mementingkan kesejahteraan anggotanya yang dapat dihasilkan dari berjalannya tugas-tugas anggotanya sesuai dengan tanggung jawabnya.

B. KONSEP KOPERASI

Konsep koperasi menjadi 3 (tiga) macam yakni :

1. Konsep Koperasi Barat
Koperasi adalah organisasi swasta, yang dibentuk secara sukarela oleh orang – orang yang mempunyai persamaan kepentingan, dengan maksud mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbale balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi.

2. Konsep Koperasi Sosialis
Koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.

3. Konsep Koperasi Negara Berkembang
Konsep ini mempunyai ciri –ciri yaitu dominasi dari pemerintah yang terlalu campur tangan dalam hal pembinaan dan pengembangannya.Tujuan dari konsep ini yaitu lebih untuk meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya.

           Dari tiga konsep di atas, hasil analisa saya adalah bahwa Koperasi Maju menganut konsep barat. Karena, konsep barat adalah organisasi swasta, yang dibentuk sukarela oleh orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama, mengurusi kepentingan para anggota serta menciptakan timbal balik bagi anggota maupun perusahaan koperasi. Koperasi maju juga merupakan organisasi yang dibentuk untuk mengurusi kepentingan anggota dalam hal permodalan usaha yang nantinya akan memberikan timbal balik bagi anggota dan memberikan kontribusi pada perusahaan. Sehingga anggotanya dapat tumbuh dan berkembang serta sejahtera.


C. ALIRAN KOPERASI

          Perbedaan aliran dalam koperasi berkaitan erat dengan faktor ideologi dan pandangan hidup yang dianut oleh negara dan masyarakat yang bersangkutan. Misalnya, UUD 1945 pasal 33 yang menyimpulkan bahwa aliran koperasi suatu negara tidak dapat dipisahkan dari sistem perekonomian yang dianut oleh negara tersebut. Jika suatu negara menganut ideologi dan perekonomian yang berbeda maka akan mengakibatkan perbedaan pada perekonomiannya dan tentunya aliran koperasi yang dianutpun akan berbeda dari negara yang menganut ideologi yang lain.

           Secara umum aliran koperasi yang dianut berbagai negara di dunia dapat dikelompokkan berdasarkan peran gerakan koperasi dalam sistem perekonomian dan hubungannya dengan pemerintah. Paul Hubert Casselman membaginya menjadi 3 aliran.
  • Aliran Yardstick
  • Aliran Sosialis
  • Aliran Persemakmuran (Commonwealth)

           Dari Aliran tersebut menurut analisis saya Koperasi Maju merupakan koperasi yang beraliran Persemakmuran. Hal itu karena Aliran Persemakmuran memandang koperasi berperan untuk mencapai kemakmuran secara adil dan merata. Dan Aliran ini berpendapat bahwa, untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi rakyat terutama yang berskala kecil akan lebih mudah dilakukan apabila melalui organisasi koperasi. Aliran Persemakmuran juga menganggap koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat.

           Dalam kegiatannya Koperasi Maju menyediakan jasa berupa simpanan dan pinjaman yang dapat digunakan untuk memajukan usahanya. Selain itu, Koperasi Maju yang beranggotakan pelaku ekonomi usaha mikro, kecil dan menengah dan Pelaku Perubahan yang saling berkontribusi meningkatkan kapasitasnya agar dapat sejahtera serta tumbuh bersama-sama secara merata dengan rasa keterikatan satu sama lain. Koperasi Maju juga bertujuan meningkatkan mutu kondisi social dan kualitas ekonomi para pelaku ekonomi usaha, sehingga Koperasi Maju merupakan koperasi yang beraliran Persemakmuran.


D. SEJARAH KOPERASI

          Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Maju Wijaya, disingkat Koperasi Maju, didirikan di Jakarta pada tanggal 21 September 2012 dengan bergerak dalam bidang simpan pinjam dan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia.
Perjalanan Koperasi ini dimulai oleh sekelompok pelaku perubahan tergerak hatinya untuk membuat sebuah badan usaha yang dapat menjembatani para pelaku perubahan dengan pelaku ekonomi UMKM, menetapkan sebuah tujuan utama Koperasi, yaitu meningkatkan mutu keadaan social para pelaku usaha dengan membangun sebuah koperasi dengan nama KSP Maju Wijaya. Alamat kantor pusat dari Koperasi Maju Wijaya berada di Prasadha JinarakkhitaJl. Kembangan Raya blok JJ,Puri Kembangan – Jakarta Barat 11610.
           Sekian pembahasan kita kali ini, mohon maaf bila terjadi kesalahan dalam penulisan atau penyajiannya. Semoga dengan pembahasan analisis Koperasi Maju kali ini dapat menambah wawasan kita tentang koperasi itu seperti apa. Dan terima kasih kepada pembaca yang telah meluangkan waktunya…..



Referensi:
  • Materi Bahan Ajar Ekonomi Koperasi.pdf  dari Bapak Muhammad Firdaus Dosen Ekonomi Koperasi , Universitas Gunadarma.
  • Sitio, Arifin dan Halomoan Tamba. (2001). Koperasi: Teori dan Praktik. Jakarta: Erlangga

  • http://www.koperasimaju.com/















Sabtu, 29 April 2017

TUGAS 5 PEREKONOMIAN INDONESIA

1. Penerapan Teori Perdagangan Internasional di Era Globalisasi

     Menurut saya, teori perdagangan internasional dalam era globalisasi saat ini masih bisa diterapkan. Bahkan, teori perdagangan internasional masih sangat dibutuhkan di era globalisasi saat ini, karena dengan adanya teori perdagangan internasional sebuah Negara dapat melakukan perdagangan secara bebas dan tidak lagi dibatasi oleh batas teritori. Sehingga, sebuah Negara dituntut untuk mampu berkompetisi dan berinovasi agar dapat bertahan dan tidak terpuruk dalam era globalisasi saat ini. Teori perdagangan internasional yang perlu kita terapkan adalah teori keunggulan mutlak (Adam Smith) dan teori kelebihan komparatif (Ricardian). Jika kedua teori tersebut digabungkan kita dapat mengetahui cara untuk bisa bersaing dan bertahan di era globalisasi ini, yaitu dengan cara memproduksi barang dan jasa dengan biaya relative rendah tapi dengan kualitas baik dan benar-benar mempunyai keunggulan baik dari kualitas maupun kuantitasnya.


2. Dolar Menjadi Standar Pembayaran Internasional

          Menurut saya, Dolar masih menjadi standar pembayaran internasional karena Dolar merupakan mata uang internasional yang memiliki sifat stabilitas ( mata uang yang stabil). Dolar juga merupakan salah satu jenis mata uang dari valuta asing yang merupakan mata uang yang memiliki kemudahan untuk diterima oleh banyak negara dan digunakan untuk pembayaran transaksi internasional karena adanya kegiatan perdagangan. Kemampuan Dolar untuk terus bertahan menjadi alat pembayaran utama bisa dilihat dari tingkat kepercayaan penggunanya. Dolar sudah sangat di percaya oleh banyak orang. Bahkan, cadangan devisa di beberapa Negara pun berbentuk dolar. Karena kepercayaan tersebut, Dolar masih akan menjadi valuta utama dunia dan alat pembayaran internasional yang diakui oleh semua pihak untuk jangka waktu yang lama.


3. Euro Menggantikan Dolar Sebagai Standar Pembayaran Internasional

       Menurut saya, Euro bisa saja menggantikan Dolar sebagai standar pembayaran internasional, karena secara ekonomi Euro memiliki kapasitas yang cukup besar dalam siklus perdagangan, investasi, dan perekonomian internasional. Namun, ada beberapa faktor yang menjadi keraguan untuk menjadikan Euro sebagai standar pembayaran internasional. Faktor tersebut yaitu, nilai tukar Euro yang belum stabil dan belum adanya kesepakatan antar negara pengguna Euro soal nilai tukar Euro. Sehingga sampai saat ini, Euro belum bisa menggantikan dolar sebagai standar pembayaran internasional.


4. Prospek Rupiah Dapat Mendunia

       Menurut saya, untuk jangka pendek ini prospek Rupiah belum bisa mendunia. Tapi tidak menutup kemungkinan kelak Rupiah bisa menjadi mata uang dunia, asalkan ada peningkatan dan kestabilan kesejahteraan ekonomi serta didukung oleh kemajuan Negara dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnya. Dan semua itu bisa terlaksana jika ada komitmen dan dukungan dari semua komponen Bangsa.

SUMBER :


Sabtu, 22 April 2017

TUGAS 4 PEREKONOMIAN INDONESIA



** KEKURANGAN DAN KELEBIHAN PADA SEKTOR PERTANIAN, INDUSTRI DAN JASA

SEKTOR PERTANIAN

v       - KEKURANGAN SEKTOR PERTANIAN
  • Semakin  meningkatkan jumlah produksi pangan, hal ini karena semakin terbatasnya lahan yang dapat dipakai untuk bertani. Perkembangan penduduk yang semakin besar membuat kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat juga bertambah.
  • Tidak hanya itu perkembangan industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang. Dengan permasalahan aktual yang kita hadapi masa kini, kita akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri.
  • Di kemudian hari kita mungkin saja akan semakin bergantung dengan impor pangan dari luar negeri. Impor memang dapat menjadi alternatif solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan kita, terutama karena semakin murahnya produk pertanian, seperti beras yang diproduksi oleh Vietnam dan Thailand.
  • Tenaga kerja pertanian sangatlah kurang, tenaga kerja pengolahan tanah menggunakan tenaga manusia, hewan dan traktor pertanian ukuran kecil. Peng­gunaan tenaga hewan untuk pengolahan tanah tampaknya semakin berkurang. Hal ini disebabkan karena keinginan petani untuk mengusahakan pengolahan tanah dengan tenaga hewan dan dengan menggu­nakan cangkul semakin berku­rang pula.
  • Penurunan jumlah penduduk yang bekerja di bidang pertanian semakin lama semakin kecil dan bahkan mungkin sangat kecil sekali. Kondisi ini sangat berpengaruh kepada tenaga kerja pertanian terutama tenaga manusia di bidang pertanian.

v         -  KELEBIHAN SEKTOR PERTANIAN
  • Merupakan sector kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.
  • Sektor pertanian menjadi sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Seiring dengan berkembangnya perekonomian bangsa, maka kita mulai mencanangkan masa depan Indonesia menuju era industrialisasi, dengan pertimbangan sektor pertanian kita juga semakin kuat.
  • Sektor pertanian juga menyediakan pangan bagi masyarakat Indonesia. Saat ini kita mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan kebijakan yang dapat membentuk struktur perekonomian Indonesia di masa depan.
  • Sektor pertanian mengkontribusikan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional dalam 4 bentuk:
      a. Kontribusi Produkè Penyediaan makanan untuk penduduk penyediaan bahan baku untuk    industri manufaktur seperti industri: tekstil, barang dari kulit, makanan & minuman
      b. Kontribusi Pasarè Pembentukan pasar domestik untuk barang industri & konsumsi
      c. Kontribusi Faktor Produksiè Penurunan peranan pertanian di pembangunan ekonomi, maka terjadi transfer surplus modal & TK dari sektor pertanian ke sektor lain.
      d. Kontribusi Devisaè Pertanian sebagai sumber penting bagi surplus neraca perdagangan (NPI) melalui ekpspor produk pertanian dan produk pertanian yang menggantikan produk impor.

SEKTOR INDUSTRI

v       - KEKURANGAN SEKTOR INDUSTRI 
  • Dapat mengakibatkan eksploitasi sumber daya alam. Dengan adanya pemaksimalan potensi di tiap-tiap wilayah maka yang akan terjadi adalah pemanfaatan sumber daya alam secara besar-besaran yang dalam artian bahwa akan terjadi eksploitasi alam karena tiap wilayah berlomba-lomba untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari potensi yang dimiliki.
  •  Kalahnya investor domestik dengan inverstor asing. Tidak menutup kemungkinan bahwa pembangunan di enam koridor ini akan mendatangkan investor-investor asing. Kita tahu bahwa sumber daya manusia yang di miliki indonesia masih agak kurang memadai untuk berdiri sendiri mengelola potensi-potensi alamnya. 
v        -  KELEBIHAN SEKTOR INDUSTRI
  • Akan memunculkan potensi yang dimiliki tiap-tiap daerah. Adanya pembangunan di enam koridor ekonomi akan menggali potensi-potensi yang dimiliki tiap-tiap koridor tersebut dan akan memaksimalkannya. Misal di pulau Sumatera akan memaksimalkan potensi sebagai sentra  produksi dan pengolahan hasil bumi dan lumbung energi nasional.
  • Memperluas pertumbuhan dengan menghubungkan daerah tertinggal dengan pusat pertumbuhan. Dengan adanya pembangunan di enam koridor akan memperluas proses pertumbuhan di berbagai daerah. Pembangunan tidak hanya terjadi di pusat kota saja melainkan di seluruh kota termasuk daerah tertinggal. MAka akan mempercepat dan memperluas pertumbuhan ekonomi dan menjadikan pembangunan yang merata di tiap-tiap daerah.
  • Menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur & pelayanan dasar dalam menyebarkan manfaat pembangunan secara luas. Pembangunan yang telah merata di tiap-tiap wilayah akan mempermudah pembangunan sarana infrastruktur yang baik.
  • Memperluas lapangan kerja. Pembangunan di enam koridor ini akan mendatangkan banyak investor baik domestik maupun asing. Dengan begitu maka akan membuka lapangan kerja sehingga akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Indonesia.
  • Meningkatkan pendapatan daerah yang berujung pula pada  meningkatnya pendapatan nasional. Karena tiap daerah dapat memaksimalkan potensi yang ada di wilayahnya, maka pendapatan daerah akan naik, apabila pendapatan daerah mengalami kenaikan, maka kenaikan juga akan terjadi pada pendapatan nasional.
 SEKTOR JASA
 
v        -  KEKURANGAN SEKTOR JASA        
  • Pada persaingan sempurna, tiap orang akan berkompetisi untuk menurunkan harga serendah mungkin. Hal ini karena elastisitas permintaan yang tinggi atau saat harga berubah sedikit maka permintaan akan berubah drastis
- KELEBIHAN SEKTOR JASA
  • Menaikkan daya saing dan rantai nilai idonesia dalam perekonomian global. SEbanyak 50% perdagangan global berada disektor jasa. Untuk itu sector jasa sangat penting dan perlu untuk didukung perkembangannya.
  • Sektor jasa memiliki peran penting dalam perekonomian dan ketenagakerjaan. Sektor jasa membantu Indonesia selama masa pemulihan paska krisis keuangan asia.
  • Tingkat pertumbuhan output jasa lebih tinggi dua kali lipat dari manufaktur dan pertanian serta pertambangan.
  • Dapat meraih keuntungan tinggi dengan frekuensi aktivitas yang lebih.
** PEMBANGUNAN TANPA PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
     Pembangunan tanpa adanya perubahan struktur ekonomi tidak dapat dilakukan, sebab pembangunan ada dengan merubah struktur ekonomi. Perubahan merupakan sebuah bentuk evolusi, perubahan terjadi dalam bentuk perkembangan yang menuju kearah yang positif. Dengan adanya perubahan struktur ekonomi yang positif dapat membuat pembangunan berkembang lebih baik dari masa ke masa. Pembangunan sebagai sebuah proses senantiasa berkembang dinamis. Pembangunan juga selalu diidentikkan dengan pertumbuhan ekonomi yang sering dijadikan parameter untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu negara atau pemerintahan. Pembangunan seharusnya berkembang dan tumbuh dengan aspek lain seperti perubahan pada revolusi industri dan perubahan struktur ekonomi.Perubahan pada revolusi industri dapat mendorong terjadinya kemajuan dibidang ekonomi. Maka dengan majunya industri maju pula ekonomi dalam pembangunan.

**PEMBANGUNAN YANG HANYA MENGEJAR PERTUMBUHAN TIDAK MENGHIRAUKAN KELESTARIAN LIGKUNGAN
       Pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan dan tidak menghiraukan kelestarian lingkungan sangatlah tidak baik. Mengejar pertumbuhan ekonomi memang menjadi penting manakala pembangunan di suatu negara dihadapkan kepada kompetisi pasar global. Mengejar pertumbuhan ekonomi adalah sebuah keharusan. Meski demikian harus dipikirkan bagaimana caranya agar eksploitasi SDA tidak memberikan dampak negatif dalam jangka panjang terhadap pembangunan itu sendiri. Artinya, pembangunan sebagai sebuah proses berkelanjutan harus ditopang dengan kondisi lingkungan yang sehat dan berkualitas. Lingkungan merupakan modal dasar yang menentukan bagaimana proses pembangunan akan berlangsung. Kalaupun ada proses adaptasi pembangunan bukan karena lingkungan yang rusak tetapi karena dinamika masyarakat sebagai obyek pembangunan dan perkembangan sektor pendukung seperti teknologi informasi. Mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa memperhitungkan dimensi sosial, budaya, politik akan membuat pemerintah kehilangan substansi bernegara yaitu penciptaan kesehjateraan yang adil termasuk terhadap lingkungan. 


SUMBER:

Selasa, 11 April 2017

Tugas 3 Perekonomian Indonesia








KEMISKINAN

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti, makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan juga merupakan keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak mampu  memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Dalam kamus ilmiah populer, kata “Miskin” mengandung arti tidak berharta (harta yang ada tidak mencukupi kebutuhan) atau bokek. Adapun kata “fakir” diartikan sebagai orang yang sangat miskin. Secara Etimologi makna yang terkandung yaitu bahwa kemiskinan sarat dengan masalah konsumsi. Hal ini bermula sejak masa neo-klasik di mana kemiskinan hanya dilihat dari interaksi negatif (ketidakseimbangan) antara pekerja dan upah yang diperoleh.
Kemiskinan juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan dimana seseorang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari atau bisa dikatakan dengan suatu kondisi serba kekurangan dalam arti minimnya materi yang dimana mereka ini tidak dapat menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan-kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern.
            Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka perkembangan arti definitif dari pada kemiskinan adalah sebuah keniscayaan. Berawal dari sekedar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar dan memperbaiki keadaan hingga pengertian yang lebih luas yang memasukkan komponen-komponen sosial dan moral. Misal, pendapat yang diutarakan oleh Ali Khomsan bahwa kemiskinan timbul oleh karena minimnya penyediaan lapangan kerja di berbagai sektor, baik sektor industri maupun pembangunan. Senada dengan pendapat di atas adalah bahwasanya kemiskinan ditimbulkan oleh ketidakadilan faktor produksi, atau kemiskinan adalah ketidakberdayaan masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh pemerintah sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi. Arti definitif ini lebih dikenal dengan kemiskinan struktural.

Faktor-faktor Penyebab  Kemiskinan menurut  buku  ( Edis Suharto,Kemiskinan dan Perlindungan Sosial di Indonesia)

1.      Faktor Ekonomi :
Yakni turunnya pertumbuhan ekonomi,akibat adanya inflasi,refresi dan sebagainya,menimbulkan kemiskinan ,sehingga kemsikinan relatiif  dam absoulut semakin bertambah.Kemiskinan akibat perekonomian dapat  diselesaikan diatasi dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang baik dan merata.
Disamping itu pertumbuhan ekonomi juga kelangkaan sumber-sumber daya ekonomi merupakan salah satu sebab timbulnya kemiskinan.

2.      Faktor Individual :
Terkait dengan aspek patalogi, termasuk kondisi fisik dan psikologis di miskin.
Orang yang menjadi miskin karena adanya kecacatan pribadi,dalam arti fisik,mental(attitude),malas,tidak jujur,merasa terasing sehingga mereka tidak dapat mencari pekerjaan.

3.      Faktor Sosial :
Kondisi-kondisi lingkungan sosial  yang menjebak orang menjadi miskin. Misalnya terdapat deskriminasi ,berdasarkian usia,jender,etnis,yang menyebabkan orang menjadi miskin. Termasuk dalam faktor ini ialah kondisi sosial keluarga si miskin yang biasanya menyebabkan kemiskinan antar generasi.

4.      Faktor Kultural
Kondisi atau kualitas budaya yang menyebabkan kemiskinan. Faktor ini secara khusus sering menunjuk konsep “kemiskinan kultural” atau budaya kemiskinan.Menghubungkan dengan penelitianOscar Lewis  di Amerika Latin : bahwa memang ada apa yang disebut kebudayaan kemsikinan,yaitu pola kehidupan masyarakat yang mencerminkan pola hidup apatis,ketidak jujuran,ketergantunga,motivasi yang rendah,ketidak stabilan keluarga dsb.
Kebudayaan kemiskinan merupakan ciri dari suatu negara msikin .

5.      Faktor Struktural
Menunjuk pada struktur atau sistem yang tidak adil ,tidak sensitif,dan tidak accessible  sehingga menyebabkan seseorang atau sekelompok orang menjadi miskin.Sebagai contoh , sistem ekonomi neoriberalisme yang diterapkan di Indonesia  telah menyebabkan para petani,nelayan,dan pekerja sektor informal  terjerat oleh, dan sulit keluar dari kemiskinan.Sebaliknya,stimulus ekonomi pajak dan iklim investasi  lebih menguntungkan orang kaya dan pemodal  asing untuk terusdapat memumupk kekayaan.

INDIKATOR KEMISKINAN ABSOLUT

Pengertian kemiskinan absolut adalah kondisi di mana seseorang atau keluarga memiliki pendapatan tetapi tidak mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan minimumnya sehari-hari secara efisien. Pengertian kemiskinan absolut lebih banyak digunakan oleh pemerintah dalam upaya penanggulangan kemiskinan pada berbagai sektor pelayanan publik, misalnya di bidang pangan, kesehatan, pendidikan dan perumahan. Penggunaan definisi kemiskinan absolut dalam perencanaan program penanggulangan kemiskinan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah karena definisi dan pendekatan yang tersebut dapat digunakan untuk menilai efek dari kebijakan anti kemiskinan antar waktu atau perkiraan dampak suatu proyek terhadap kemiskinan.
 
HUBUNGAN ANTARA PENDUDUK,TENAGA KERJA DAN PENGANGGURAN

Penduduk merupakan bagian penting dalam ekonomi. Karena terkait tenaga kerja dan pengangguran. Penduduk merupakan setiap orang yang bertempat tinggal disuatu tempat dalam batas wilayah dan waktu tertentu. Dan tenaga kerja merupakan setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. Sedangkan pengangguran merupakan jumlah tenaga kerja dalam perekonomian yang secara aktif mencari pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Sehingga antara penduduk, tenaga kerja ,serta pengangguran saling berkaitan. Karena penduduk yang mampu melakukan perkerjaan disebut tenaga kerja dan penduduk yang belum mendapatkan pekerjaan disebut pengangguran.

SUMBER  :  
http://andifachriani.blogspot.co.id/2012/01/kemiskinan-dan-faktor-penyebabnya.html 
https://oceannaz.wordpress.com/2010/07/29/kemiskinan-pengertian-dimensi-indikator-dan-karakteristiknya/