Grey Moustache

Minggu, 06 Mei 2018

Lisk (LISK) Digital Currency

    



Pengertian Lisk (LSK)

Lisk (LSK) adalah salah satu cryptocurrencies baru, dan juga sebuah platform blokchain open source yang didukung oleh token LSK sehingga akan memungkinkan pengembang menulis aplikasi terdesentralisasi jaringan seperti jaringan cryptocurrency yang lain, yang dapat digunakan untuk transaksi dengan menggunakan metode organisasi penyandang cacat untuk verifikasi dalam bahasa pemograman Javascript. Lisk juga akan memberikan kemudahan- kemudahan bagi pengembang untuk membangun dalam bahasa pemograman Javascript.

Keunggulan lainnya Lisk memiliki delegasi yang dapat membantu mengamankan jaringan sidechain. Dengan menggabungkan kekuatan jaringan Lisk dan Blockchain dengan sumber terbuka SDK, para pengembang memiliki kekuatan untuk membuat aplikasi digital yang mudah dan tentunya mudah juga untuk diunduh hanya dalam satu paket saja.

Sejarah Lisk (LSK)

Lisk adalah platform blockchain publik yang menyediakan desentralisasi aplikasi blockchain. Pendiri sekaligus orang yang membuat Lisk adalah Max Kordek dan Oliver Beddows dan koin ini diluncurkan pada bulan Mei 2016. Lisk mulai sebagai garpu dari Crypti oleh Max Kordek dan Olivier Beddows. Lisk pergi melalui ICO (Awal Coin Penawaran) yang mengakibatkan $6 juta (>14,000 BTC) selama bulan Februari dan Maret 2016. Selama ICO 100,000,000, LSK dibagikan kepada peserta ICO, Tim inti, pendukung awal dan lain-lain.
 
Di bulan Mei 2016, jaring utama Lisk menjadi hidup untuk umum, dan mata uang dibuat tersedia bagi publik untuk berdagang di bursa utama. Lisk sebentar memegang posisi cryptocurrency kedua yang paling populer, setelah Bitcoin, tak lama setelah peluncuran. Saat ini Lisk merupakan salah koin populer yang merupakan pesaing yang cukup berat dari Bitcoin dan Ethereum.

Cara kerja Lisk (LSK)

Sebagai cryptocurrency, Lisk hampir mirip dengan Bitcoin atau Ethereum. Ketika seorang pengguna ingin mentransfer dana, ia perlu menghasilkan perintah kirim yang berisi alamat penerima dan jumlah Lisk yang akan ditransfer. Transaksi ini divalidasi menggunakan Delegated Bukti Stake, dan setelah persetujuan, penerima menerima jumlah.
 
Sebagai Platform DAPPS, Lisk bekerja dengan menyediakan cara alami untuk pengembang untuk membuat aplikasi yang terdesentralisasi, memanfaatkan mekanisme blockchain bawah. Ia juga bekerja sebagai DEX sebuah (Efek desentralisasi) di mana pengguna dapat dengan bebas perdagangan cryptocurrencies tanpa otoritas pusat.

Fitur unik Lisk (LSK)

sidechains Lisk memungkinkan kita untuk melaksanakan berbagai fungsi ke dalam jaringan utama Lisk hanya sebagai Aplikasi Blockchain. Hal ini tidak hanya membuat fitur tunggal opsional, tetapi juga akan menjaga mainchain Lisk efisien dibandingkan dengan kripto-mata uang lainnya. SDK (Software Development Kit) memungkinkan pengembang untuk dengan cepat membangun aplikasi desentralisasi mereka pada jaringan Lisk dan mengujinya di bak pasir. Dengan masa depan DAPPS menjadi sangat positif, Lisk adalah pemangku kepentingan yang signifikan di masa depan. 

Lisk menawarkan sepenuhnya Efek desentralisasi di mana pengguna dapat dengan bebas perdagangan aset digital mereka (seperti cryptocurrencies) dengan satu sama lain tanpa perantara atau pertukaran pusat. Lisk juga bekerja sebagai repositori dari semua DAPPS tapi dengan cara desentralisasi. Lisk menawarkan transaksi cepat antara dua pengguna, langsung. rekan ini untuk operasi rekan dibutuhkan 10 detik untuk mentransfer dana secara global, terhadap biaya minimal.

Cara membeli Lisk (LSK)

Hal pertama yang dilakukan adalah dengan men-download Lisk Dompet dan meluncurkan aplikasi untuk memulai. Token yang kekuatan jaringan Lisk disebut LSK. Semua tindakan yang diambil pada jaringan memerlukan LSK untuk memproses. Selanjutnya, Anda dapat membeli LSK dari sebagian bursa cryptocurrency, termasuk Poloniex dan Bittrex. Binance adalah pertukaran berkembang pesat baik mengenai pengguna dan adopsi koin. Beberapa hari yang lalu, mereka mulai mendukung LSK untuk perdagangan terlalu.


 Harga Prediksi Lisk (LSK) tahun 2018

 
 



LSK dapat menjadi pilihan investasi yang menguntungkan. Harga Lisk sama dengan 30.640 USD di 2018-01-09. Jika membeli Lisk untuk 100 dolar hari ini, maka akan mendapatkan total 3.264 LSK. Berdasarkan perkiraan kami, peningkatan jangka panjang diharapkan, harga prognosis untuk 2023-01-06 aku s 101.475 Dolar Amerika. Dengan investasi 5 tahun, pendapatan seharusnya sekitar +231.19%. Anda saat ini $100 investasi mungkin sampai $331.19 di 2022. Jika prediksi untuk pasar triliun dolar yang ,sedekat kami harapkan kita mungkin akan melihat Lisk (LSK) di atas sebagai 15 koin dalam tiga bulan ke depan dan melihat harga LSK naik sampai setinggi 45/50 USD. The pricer dari Lisk (LSK) hari ini adalah $31.11 dan memiliki Nilai kapitalisasi pasar dari $3,633,992,344. Ini telah menandai volume $106,337,000, dan pasokan saat ini 116,814,448 LSK. Lisk (LSK) berita altcoin, Lisk (LSK) pertambangan altcoin, Lisk (LSK) harga altcoin, Lisk (LSK) kapitalisasi pasar altcoin, Lisk (LSK) pertukaran altcoin, Lisk (LSK) Harga Altcoins hari ini, Lisk (LSK) kas, Lisk (LSK) grafik harga.




Referensi :

- https://coinsmarketcap.net/id/lisk-news-and-where-to-buy-lsk-exchanges/ 
[Diakses pada 05 Mei 2018 pukul 18:07]

- https://yorca-me.blogspot.co.id/2018/03/apa-itu-lisk-coin.html
[Diakses pada 05 Mei 2018 pukul 18:07

Selasa, 24 April 2018

Infografis: Perkembangan Utang Indonesia dari Masa ke Masa

Utang pemerintah pusat setiap tahunnya terus bertambah. Namun, jumlah utang dibandingkan Produk Domestik Bruto (PDB) atau rasio utang masih di level aman. Makin rendah rasio, maka semakin membaik utang Indonesia. Artinya, risikonya semakin rendah. Dari awal Januari hingga Agustus 2017, total utang pemerintah pusat sebesar Rp 3.825,79 triliun, meningkat Rp 45,81 triliun dari bulan Juli 2017. 

Dengan menggunakan asumsi Produk Domestik Bruto (PDB) dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 13.613 triliun, maka rasio total outstanding utang pemerintah mencapai 28,1% terhadap PDB. Rasio utang pemerintah juga masih di bawah batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yaitu sebesar 60%. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, nilai utang Indonesia setiap tahunnya memang mengalami kenaikan. Namun, rasio utang setiap tahun juga terus menurun seiring dengan semakin meningkatnya PDB Indonesia. 
Menurut pendapat saya, Utang bukanlah tujuan dari suatu negara, melainkan sebuah instrumen dalam anggaran pendapatan dan belanja negara. Utang luar negeri juga bukanlah suatu hal yang asing lagi bagi Indonesia selaku Negara yang masih dalam tahap berkembang. Karena setiap negara tiap tahunnya haruslah berkembang sehingga dari masa ke masa jumlah hutang bertambah sehingga tak asing lagi bahwa utang negara bertambah terus menrus tiap tahunnya. Selain itu, dalam pengadaan utang memiliki aturan yang tidak boleh melebihi 60% dari GDP negara dan Indonesia memiliki jumlah utang yang masih dibawah batas maksimal tersebut. Alasan - alasan yang mengakibatkan Indonesia harus melakukan utang luar negeri, yaitu:
  1. Utang luar negeri memang dibutuhkan Indonesia sebagai tambahan modal Negara yang menyangkut dengan pembangunan prasarana fisik.
  2. Utang luar negeri dapat digunakan sebagai penyeimbang neraca pembayaran Negara. 
  3. Meningkatnya Kebutuhan Investasi
Utang yang didapat akan memberikan tambahan modal dalam pembangunan prasarana fisik infrasturuktur sehingga negara dapat berkembang perekonomiannya karena memiliki fasilitas yang memadai. Selain itu alasan mengapa Indonesia harus melakukan utang adalah utang digunakan sebagai penyeimbang dalam neraca pembayaran negara. Dapat kita ketahui bahwa hampir setiap tahun kebutuhan investasi semakin meningkat. Sehingga dengan semakin meningkatnya kebutuhan investasi sedangkan modal investasinya tidak dimiliki, maka akan memicu Negara untuk melakukan utang luar negeri untuk dapat memenuhi modal dalam berinvestasi. Dengan kata lain, kekurangan modal dengan kebutuhan investasi yang semakin meningkat tiap tahunnya sehingga akan menyebabkan utang luar negeri semakin meningkat pula tiap tahunnya beriringan dengan meningkatnya kebutuhan akan investasi.

Walaupun utang negara semakin meningkat sesungguhnya utang tersebut sangat bermanfaat untuk negera, sebab dengan adanya utang negara dapat membangun infrastruktur yang lebih baik sehingga perkembangan perekonomiannya menjadi lebih baik sehingga masyarakatnya dapat lebih sejahtera. Selain itu negara juga dapat menutupi kekurangan anggaran anggaran negara. utang juga dapat membuat investasi akan terus meningkat karena adanya modal yang terpenuhi dari pengadaan utang negara.

Namun demikian negara juga perlu hati-hati dengan dampak apa saja yang terjadi apabila ingin mengadakan utang kepada negara lain agar tidak merugikan dikemudian hari. Berbagai risiko atas utang  harus diantisipasi dengan baik agar tidak menjadi government debt bubble  yang mengakibatkan  krisis karena negara tidak mampu membayar utang domestik ataupun asing. Ini ditandai dengan pendapatan nasional lebih kecil dari anggaran  pembiayaan utang dan belanja pemerintah. Jadi, diperlukan tata kelola dan manajemen utang guna mengaji perencanaan utang secara tepat. 

Dampak yang akan diakibatkan utang negara yaitu memberi beban pada APBN sebab dalam pembayaran utang negara menyita porsi yang banyak dalam APBN. Sehingga pemerintah pemerintah harus menyisihkan penerimaannya untuk membayar utang dan mengurangi alokasi belanja negara pada berbagai sektor. Selain itu utang dapat berdampak pada kemandirian suatu negara sebab apabila negara sudah terlilit utang maka negara akan mungkin dapat diintervensi oleh negara lain.
Namun untuk mencegah terjadinya dampak yang semakin memburuk terdapat beberapa hal yang bisa diusahakan pemerintah untuk mengurangi utang luar negeri. Seperti memperketat regulasi impor, dan mengupayakan penggunaan barang-barang dalam negri sehingga dapat mengurangi biaya yang timbul karena impor dan memperdayakan masyarakat sehingga dapat lebih sejahtera. Mempermudah regulasi ekspor guna meningkatkan gairah perekonomian negara sehingga dapat menghasilkan pendapatan lebih untuk membiayai kekurangan anggaran dan melunasi utang negara sebelumnya. Mengawasi pemungutan pajak dan menghukum berat pihak yang melanggar, dengan begitu negara akan memperoleh pendapatan negara sehingga utang dapat berkurang. Serta dengan mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting sehingga dana dapat dialokasikan kepada sektor yang lebih membutuhkan.

Referensi:
https://kumparan.com/@kumparannews/infografis-perkembangan-utang-indonesia-dari-masa-ke-masa [ Diakses pada 24 April 2018, pukul 20.15 WIB ]
 

Selasa, 20 Maret 2018

INFRASTRUKTUR DI INDONESIA


Infrastruktur di Indonesia


Salah satu yang menghambat perekonomian Indonesia saat ini adalah lambatnya pembangunan infrastruktur, hal ini ditandai dengan kurangnya kualitas dan kuantitas infrastruktur atau prasarana. Baik infrastruktur "keras" (yang merujuk kepada jaringan fisik seperti jalan dan bandara) maupun infrastruktur "non-fisik" atau "lunak" (seperti pasokan listrik, kesejahteraan sosial dan kesehatan). Indonesia tampaknya memiliki kesulitan untuk mendorong pengembangan struktural dan secara cepat.

Uraian diatas menurut saya sangatlah benar, sebab infrastruktur ikut berperan dalam perkembangan ekonomi. Apabila suatu negara infrastrukturnya berjalan lambat maka perekonomiannya juga tidak berkembang baik dan justru menghambat jalannya perekonomian. Ketika keadaan infrastruktur di sebuah negeri lemah, itu berarti bahwa perekonomian negara itu berjalan dengan cara yang sangat tidak efisien. Apabila Indonesia menginginkan perekonomian yang berkembang maju semestinya infrastruktur dikembangkan secara terus menerus secara merata baik infrastruktur non fisik seperti ketersediaan secara merata pasokan listrik, serta kesejahteraan sosial maupun kesehatan dan juga infrastruktur secara prasarana yang memadai setiap pelosok di Indonesia misalnya jalan tol di transsumatra.


Bagaimana Kurangnya Infrastruktur Menghambat Pembangunan Ekonomi di Indonesia?

Ketika keadaan infrastruktur di sebuah negeri lemah, itu berarti bahwa perekonomian negara itu berjalan dengan cara yang sangat tidak efisien. Biaya logistik yang sangat tinggi, berujung pada perusahaan dan bisnis yang kekurangan daya saing (karena biaya bisnis yang tinggi). Belum lagi dengan munculnya  ketidakadilan sosial, misalnya, sulit bagi sebagian penduduk untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan, atau susahnya anak-anak pergi ke sekolah karena perjalanannya terlalu susah atau mahal. Infrastruktur yang kurang memadai juga mempengaruhi daya tarik iklim investasi di Indonesia. Investor asing penuh kekhawatiran untuk berinvestasi misalnya, fasilitas manufaktur di Indonesia kalau pasokan listrik tidak pasti atau biaya transportasi sangat tinggi.

Hal diatas menurut saya benar pula, sebab apabila infrastruktur belum memadai secara otomatis akan menaikan biaya logistik untuk para investor, sebab untuk menjalankan operasionalnya investor perlu mengeluarkan tambahan lebih untuk biaya logistik agar operasinnya berjalan lancar. Terlebih lagi misalnya pada ketidakadilan sosial yang mungkin dirasakan sebagian penduduk apabila tidak adanya infrastruktur jalan yang memadai tentunya akan menghambat anak-anak untuk pergi kesekolah karena jarak yang jauh dan juga harus mengeluarkan biaya lebih lagi untuk dapat sampai kesekolahnya.

Pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi makro seharusnya memiliki hubungan timbal balik, karena pembangunan infrastruktur menimbulkan ekspansi ekonomi melalui efek multiplier. Sementara ekspansi ekonomi menimbulkan kebutuhan untuk memperluas infrastruktur yang ada, untuk menyerap makin besarnya aliran barang dan orang yang beredar atau bersirkulasi di seluruh perekonomian. 

Dari uraian tersebut menurut saya hal tersebut benar adanya. Dengan adanya pembangunan infrastruktur tentunya akan ada sebuah efek bagi perekonomian misalnya apabila dibangunnya sebuah jalan yang baru di sebuah daerah, maka dengan tersebut akan ada perekonomian yang berkembang untuk masyarakat sekitar sehingga masyarakat sekitar jalan tersebut memiliki mata pencaharian baru. Dengan memperluas infrastruktur yang dibangun maka makin banyak pula  aliran barang dan orag orang yang berkecimpung dalam perekonomian.

Selanjutnya, biaya logistik yang tinggi di Indonesia bisa menyebabkan perbedaan harga yang substansial di antara provinsi-provinsi di nusantara. Misalnya beras atau semen jauh lebih mahal di Indonesia bagian timur daripada di pulau Jawa atau Sumatra karena biaya tambahan yang timbul dari titik produksi ke end user.
.
Uraian diatas menurut saya benar, sebab seperti penjelasan yang sebelumnya yang menjelaskan akibat kurangnya infrastruktur yang memadai ditambah jarak yang jauh tentunya biaya logistik yang dikeluarkan bertambah banyak sehingga setiap daerah memiliki harga barang yang berbeda sesuai dengan biaya yang telah dikeluarkan.

REFERENSI 
https://www.indonesia-investments.com/id/bisnis/risiko/infrastruktur/item381? [Diakses pada 20 Maret 2018 Pukul 15.10 WIB]

Minggu, 24 Desember 2017

Hadir sebagai koperasi simpan pinjam, Koperasi Swadharma sukses penuhi kebutuhan dana kini dan nanti

Analisis Koperasi Swadharma
Dalam rangka penyelesaian tugas mata kuliah Ekonomi Koperasi dengan muatan Softskill.

Koperasi Swadharma



Jalan Dr. Saharjo No. 24 Tebet - Jakarta Selatan DKI Jakarta, 12870



Abstrak


Analisis ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang Koperasi swadharma sebagai koperasi simpan pinjam yang dapat memudahkan anggotanya dalam menyediakan kebutuhan dan keperluan anggota yang membutuhkan dana untuk membangun ekonomi anggota yang sesuai dengan tujuan bersama yaitu kesejahteraan.

Koperasi di indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan tiap-tiap anggotanya, masyarakat dan lingkungan sekitar. Keberadaan koperasi itu sendiri didasarkan pada kebutuhan suatu golongan dalam masyarakat yang memiliki kesamaan aktivitas / kepentingan ekonominya sehingga memberikan efek efisiensi dan kemudahan bagi anggota.

Hasil analisis yang saya dapat adalah Koperasi Swadharma merupakan sebuah koperasi yang termasuk kedalam bentuk koperasi primer yang didirikan orang-orang yaitu pegawai bank BNI yang saling bekerja sama dan memiliki tujuan yang sama untuk mendapatkan kesejahteraan. Koperasi Swadharma juga merupakan koperasi yang termasuk kedalam jenis koperasi simpan pinjam yang dalam salah satu usahanya baik jasa keuangan maupun non keuangan, dengan menyediakan simpanan dana anggota dan juga pinjaman dana bagi anggotanya yang memerlukan dana.

Keberadaan Koperasi swadharma juga telah sesuai dengan
 wilayah administrasi pemerintahan dimana tersebar di berbagai wilayah sehingga dapat memudahkan masyarakat dan dapat memenuhi kebutuhan dan keperluan dari masyarakat sesuai dengan keadaan yang ada. Kesuksesan Koperasi swadharma dapat kita lihat dari pencapaian peringkat perkoperasian yang telah diraih dan juga anggota yang bergabung dengan Koperasi Swadharma dan juga keuangan anggota yang membaik seiring perkembangannya.




BAB VII JENIS DAN BENTUK KOPERASI


7.1 Jenis Koperasi

7.1.1 Menurut PP No. 60/1959


1. Koperasi Desa

Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari penduduk desa yang mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama. Koperasi desa menjalankan beberapa macam usaha sesuai dengan keperluan masyarakat dan lingkungannya.

Menurut analisis saya, Koperasi Swadharma bukanlah sejenis koperasi desa, sebab Koperasi Swadharma terbentuk untuk menghimpun simpanan anggota-anggotanya serta melayani sebuah pinjaman maupun produk-produk lainnya yang ada pada Koperasi Swadharma, berbeda dengan koperasi desa yang melakukan usaha-usaha yang sesuai dengan berbagai macam keperluan masyarakat. Walaupun keduanya sama-sama mensejahterakan anggotanya dan masyarakat sekitar lingkungannya.


2. Koperasi Pertanian

Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari petani pemilik tanah, penggarap, buruh tani, dan orang-orang yang berkepentingan serta mata pencahariannya berhubungan dengan usaha pertanian yang bersangkutan.



Usaha yang dilakukan koperasi pertanian antara lain:

- Mengusahakan pembelian bibit, pupuk, obat-obatan, alat-alat pertanian
- Mengusahakan pasar penjualan hasil-hasil pertanian
- Mendidik petani berorganisasi secara koperatif untuk mengatasi kesulitan

Berdasarkan pemaparan diatas, menurut analisis saya Koperasi Swadharma bukan pula termasuk Koperasi pertanian. Hal itu karena Koperasi Swadhama beranggotakan pegawai bank BNI bukanlah berisi anggota petani. Sehingga usaha yang dilakukan antara Koperasi Swadharma dengan Koperasi Pertanian berbeda.


3.Koperasi Peternakan

Koperasi yang aggota-anggotanya terdiri dari pengusaha dan buruh peternakan yang berkepentingan dan mata pencahariannya langsung berhubungan dengan peternakan yang dapat didirikan dengan jenis ternak.

Lapangan usaha peternakan berupa:
- Mengusahakan pembelian bahan/alat peternakan
- Mengelola hasil peternakan menjadi barang bernilai lebih tinggi
- Penjualan hasil-hasil peternakan
- Menyediakan kredit bagi para anggota
- Memperbaiki teknik berternak
- Menyelenggarakan pendidikan tentang peternakan tepat guna

Menurut analisis saya, Koperasi Swadharma juga bukan termasuk koperasi peternakan. Hal itu karena anggota Koperasi Swadharma bukan berisi anggota yang bekerja peternakan namun anggota pegawai bank BNI. Usaha yang dilakukan Koperasi Swadharma pun berbeda karena tidak seperti koperasi peternakan yang fokus pada bidang peternakan melainkan fokus kepada banyak bidang seperti keuangan.


4.Koperasi Perikanan

Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari pengusaha, pemilik alat perikanan, buruh/nelayan yang berkepentingan serta mata pencahariannya langsung berhubungan dengan usaha perikanan.

Jenis koperasi perikanan terdiri dari:
- Koperasi perikanan darat
- Koperasi perikanan laut/nelayan

Lapangan usaha koperasi perikanan antara lain:
- Mengusahakan pembelian alat-alat perikanan
- Mengusahakan pembuatan sendiri bahan/alat perikanan
- Mengusahakan pengolahan dan pengawetan ikan

Berdasarkan penjelasan tersebut, menurut analisis saya koperasi perikanan hanya terfokus pada satu bidang yaitu perikanan berbeda dengan Koperasi Swadharma yang terfokus pada berbagai bidang. Begitu pula anggota koperasinya yang berbeda sebab koperasi perikanan hanya beranggotakan anggota yang berhubungan dengan perikanan. Sehingga dengan itu Koperasi bukanlah temasuk kedalam Koperasi Perikanan.


5. Koperasi Kerajinan / Industri

Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari pengusaha, pemilik alat-alat produksi dan buruh yang berkepentingan serta mata pencahariannya langsung berhubungan dengan kerajinan/ industri yang bersangkutan.


Lapangan usaha koperasi kerajinan antara lain:
- Mengatur pembelian bahan-bahan yang diperlukan
- Mengadakan pembelian alat-alat produksi secara bersama
- Mengorganisir penjualan hasil-hasil kerajinan anggota
- Menyediakan kredit untuk anggota



Berdasarkan pemaparan tersebut, menurut analisis saya baik anggota-anggota koperasi maupun usaha yang dilakukan koperasi kerajinan berbeda dengan Koperasi Swadharma. Karena Koperasi Swadharma tidak menghasilkan kerajinan yang dilakukan oleh para anggotanya melainkan dari usaha-usaha dari berbagai produk yang ditawarkan Koperasi Swadharma. Sehingga dengan begitu Koperasi Swadharma bukanlah termasuk kedalam Koperasi Kerajinan.


6. Koperasi Simpan Pinjam (Koperasi kredit)

Koperasi yang anggota-anggotanya 
setiap orang mempunyai kepentingan langsung dibidang perkreditan.

Tujuan dari Koperasi kredit adalah sebagai berikut:
- Membantu keperluan kredit para anggota yang sangat membutuhkan dengan syarat dan bunga yang ringan
- Mendidik para anggota supaya giat menyimpan secara teratur sehingga membentuk modal sendiri
- Menambah pengetahuan tentang perkoperasian

Selaras dengan pemaparan tersebut menurut analisis saya, Koperasi Swadharma merupakan koperasi kredit/simpan pinjam. Hal itu karena Koperasi swadharma memberikan pinjaman kredit kepada para anggotanya, selain itu Koperasi swadharma juga menghimpun dana dari simpanan yang dilakukan para anggotanya, Koperasi swadharma juga sering melakukan penyuluhan untuk anggotanya agar lebih mengerti ilmu tentang perkoperasian


7. Koperasi Konsumsi
Koperasi yang anggota-anggotanya terdiri dari tiap-tiap orang yang mempunyai kepentingan langsung dalam bidang konsumsi.

Fungsi koperasi konsumsi sebagai berikut:
- Sebagai penyalur tunggal barang-barang kebutuhan rakyat sehari-hari yang memperpendek jarak antara produsen dan konsumen
- Harga barang ditangan konsumen menjadi lebih murah
- Biaya penjualan maupun biaya pembelian dapat ditekan
Menurut analisis saya, Koperasi Swadharma bukan termasuk kedalam koperasi konsumsi karena Koperasi Swadharma tidak menyediakan kebutuhan anggotanya dalam bentuk konsumsi melainkan pinjaman ataupun kredit berbeda dengan koperasi konsumsi yang menyediakan barang konsumsi untuk para anggotanya. Anggota-anggota koperasi konsumsi juga berbeda dengan Koperasi Swadharma sebab Koperasi Swadharma beranggotakan pegawai bank BNI bukan lah beranggotakan orang-orang yang berhubungan langsung dengan bidang konsumsi.


7.1.2 Menurut Teori Klasik

1. Koperasi Pemakaian 


Koperasi pemakaian dapat disebut juga sebagai koperasi konsumsi karena koperasi pemakaian berfungsi untuk menyediakan kebutuhan sehari-hari para anggota. Koperasi pemakaian juga memiliki tujuan yaitu membeli barang-barang yang dibutuhkan anggota-anggotanya dan membagi barang-barang itu kepada mereka. Contohnya, koperasi warung, koperasi distribusi, koperasi sehari-hari, dan sebagainya.

Berdasarkan 
pemaparan tersebut, menurut analisis saya Koperasi Swadharma bukanlah termasuk koperasi pemakai/konsumsi. Hal itu karena Koperasi Swadharma tidak menyediakan barang-barang konsumsi pada anggotanya melainkan keutuhan simpanan maupun pinjaman bagi anggotanya yang membutuhkan dalam membangun dan menjalankan usahanya.


2. Koperasi Penghasil atau Koperasi Produksi

Koperasi 
produksi beranggotakan orang-orang yang melakukan kegiatan produksi (produsen). Tujuannya adalah memberikan keuntungan yang sebesar besarnya bagi anggotanya dengan cara menekan biaya produksi serendah rendahnya dan menjual produk dengan harga setinggi tingginya. Untuk itu, pelayanan koperasi yang dapat digunakan oleh anggota adalah Pengadaan bahan baku dan Pemasaran produk anggotanya.

Menurut analisis saya, Koperasi Swadharma berbeda dengan koperasi penghasil dan tidak termasuk kedalam koperasi penghasil. Hal itu karena Koperasi Swadharma bukan terdiri dari anggota produsen melainkan pegawai bank BNI dan tujuan Koperasi Swadharma berbeda dengan koperasi penghasil yang memberikan keuntungan sebesar besarnya bagi anggota melainkan bertujuan mensejahterakan anggotanya dengan memenuhi keperluan yang dibutuhkan para anggotanya.


3. Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi 
simpan pinjam adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal yaitu menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang akan menabung akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam dikenakan jasa, yang besarnya jasa tersebut ditentukan melalui rapat anggota. Sehingga, dapat dikatakan "dari, oleh, dan untuk anggota".

Selaras dengan penjelasan tersebut menurut analisis saya Koperasi Swadharma merupakan koperasi simpan pinjam. Hal itu karena untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya dalam kebutuhan dana Koperasi Swadharma memberikan sebuah pinjaman kredit. Selain itu, Koperasi Swadharma juga mengadakan rapat anggota yang dilakukan setahun sekali untuk memberikan pembagian imbalan jasa untuk para anggotanya.

Berdasarkan pembahasan yang telah dipaparkan diatas baik menurut PP No. 60/1959 maupun Teori klasik menurut analisis saya, dapat diketahui bahwa Koperasi Swadharma merupakan Koperasi Simpan pinjam yang tidak terfokus pada satu bidang saja, serta usaha yang dilakukan Koperasi Swadharma dapat berupa menyediakan usaha untuk menghimpun dana dan sebagai pemberi pinjaman untuk para anggotanya yang membutuhkan dana dalam membangun usahanya. Koperasi Swadharma juga bukan termasuk kedalam koperasi pemakai maupun penghasil sebab Koperasi Swadharma tidak sama dan memiliki perbedaan dengan kedua koperasi tersebut. Selain itu dari pembahasan sebelumnya dapat diketahui bahwa tiap jenis koperasi sama-sama memiliki tujuan yang sama yaitu mensejahterakan anggotanya walupun cara usaha yang dilakukan berbeda sesuai dengan bidang-bidang koperasi tersebut.

7.2 Ketentuan Penjenisan Koperasi sesuai UU No. 12/1967

1. 
Penjenisan koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk efisiensi suatu golongan dalam masyarakat yang homogen karena kesamaan aktivitas / kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-anggotanya.

2. Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepentingan dan perkembangan Koperasi Indonesia, di tiap daerah kerja hanya terdapat satu Koperasi yang sejenis dan setingkat.
Menurut analisis saya, Koperasi Simpan Pinjam Swadharma sudah sesuai dan sudah memenuhi keduanya dengan ketentuan penjenisan koperasi sesuai UU No. 12 / 1967 karena Koperasi Swadharma telah membuka cabang dibeberapa daerah sehingga memberikan efek efisiensi dan kemudahan bagi anggota dan calon anggota yang jauh dari kantor pusat.


7.3 Bentuk Koperasi

7.3.1 Sesuai PP No. 60/1959

1. Koperasi Primer

Koperasi 
Primer adalah koperasi yang beranggotakan orang-seorang sengan syarat minimal 20 orang. Syarat lainnya adalah orang-orang yang membentuk koperasi tersebut harus memenuhi persyaratan anggaran dasar koperasi primer dan memiliki tujuan yang sama.

Menurut analisis saya, Koperasi Swadharma termasuk koperasi primer yang didirikan oleh orang-orang yaitu pegawai bank BNI yang seluruh anggotanya memiliki tujuan yang sama yaitu kesejahteraan.


2. Koperasi Pusat

Koperasi Pusat adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 5 koperasi primer disetiap daerah tingkat II seperti kabupaten atau kota ditumbuhkan dipusat koperasi dan koperasi yang dibentuk oleh sekurang-kurangnya lima koperasi primer yang telah berbentuk badan hukum
. 


Menurut analisis saya, Koperasi Swadharma tidak termasuk dalam koperasi pusat karena Koperasi Swadharma tidak beranggotakan koperasi primer ditingkat II melainkan pegawai bank BNI. Walaupun begitu Koperasi Swadharma juga merupakan koperasi primer yang berbadan hukum.


3. Koperasi Gabungan

Koperasi Gabungan adalah koperasi yang anggotanya paling sedikit 3 buah pusat koperasi yang berbadan hukum. Gabungan koperasi ini daerah tingkat I yaitu tingkat provinsi. Contoh koperasinya adalah : gabungan koperasi batik Indonesia, gabungan koperasi kepolisian.
 

Berdasarkan penjelasan tersebut menurut analisis saya, Koperasi Swadharma juga bukan termasuk koperasi gabungan karena Koperasi Swadharma bukan beranggotakan koperasi ditingkat I walaupun baik Koperasi Swadharma dan koperasi gabungan sama-sama memiliki badan hukum.


4. Koperasi Induk

Koperasi Induk adalah koperasi yang beranggotakan paling sedikit 3 buah gabungan koperasi yang berbadan hukum. Induk koperasi ini daerah kerjanya adalah Ibukota Negara RI (tingkat nasional). Fungsi koperasi induk adalah sebagai penyambung lidah koperasi-koperasi yang menjadi anggotanya, dalam berhubungan dengan lembaga-lembaga nasional yang terkait dengan tingkat nasional ataupun internasional.


Menurut analisis saya, Koperasi Swadharma juga bukan termasuk koperasi induk sebab Koperasi Swadharma beranggotakan pegawai bank BNI bukan gabungan koperasi-koperasi.

Dalam hal ini, bentuk koperasi masih dikaitkan dengan pembagian wilayah administrasi.


7.3.2 Sesuai Wilayah Administrasi Pemerintahan
  1. Di tiap Desa ditumbuhkan Koperasi Desa
  2. Di tiap Daerah tingkat II ditumbuhkan Pusat Koperasi
  3. Di tiap Daerah tingkat I ditumbuhkan Gabungan Koperasi
  4. Di Ibu Kota ditumbuhkan Induk Koperasi
Berdasarkan penjelasan tersebut menurut analisis saya, Koperasi Swadharma sudah sesuai pada wilayah administrasi pemerintahan dimana tiap desa daerah II maupun I serta ibu kota sehingga dapat memudahkan masyarakat dan dapat memenuhi kebutuhan dan keperluan dari masyarakat sesuai dengan keadaan yang ada. 



7.4 Koperasi Primer dan Sekunder

1. Koperasi Primer

Koperasi Primer adalah koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang atau seorangan. Koperasi primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 orang yang termasuk dalam koperasi primer yaitu : koperasi karyawan, koperasi pegawai negeri, koperasi KUD.


Selaras dengan penjelasan tersebut menurut analisis saya Koperasi Swadharma merupakan termasuk koperasi primer. Hal itu karena Koperasi Swadharma terdiri banyak pegawai bank BNI dari banyak cabang sehingga beranggota lebih dari 20 orang dan berkembang terus tiap waktu ke waktu.  


2. Koperasi Sekunder

Koperasi sekunder merupakan Koperasi yang anggota-anggotanya adalah organisasi koperasi.
 Koperasi Sekunder juga merupakan koperasi yang terdiri dari gabungan badan-badan koperasi serta memiliki cangkupan daerah kerja yang luas dibandingkan dengan koperasi primer. Dan koperasi sekunder dibentuk oleh sekurang-kurangnya 3 koperasi. 

Menurut analisis saya, Koperasi Swadharma tidak termasuk koperasi sekunder sebab anggota Koperasi swadharma bukanlah organisasi koperasi.  
Menurut analisis saya, Koperasi Swadharma termasuk Koperasi Primer bukan termasuk koperasi sekunder. Hal tersebut telah dijelaskan dalam sejarah singkat Koperasi swadharma yang merupakan Koperasi Primer yang terdiri dari orang-orang dengan tujuan sama dan saling bekerja bersama-sama yang dalam aktifitasnya Koperasi Swadharma bergerak dibidang simpan pinjam dengan berbagai macam produk yang ada pada koperasi.



Referensi :

  1. Bahan ajar Ekonomi Koperasi dari Bapak Muhammad Firdaus selaku dosen mata kuliah Ekonomi Koperasi yang bermuatan softskill

  2. Koperasi Swadharma. (2017). [online]. http://koperasi-swadharma.com/ [Diakses pada 23 Desember 2017]

  3. Firdaus, Muhammad dkk. 2004. Perkoperasian, Sejarah, Teori dan Prakt. Bogor : Penerbit Ghalia Indonesia